Senin, 23 September 2013

24 April 2013

Sontak si jahat di dalam sini memaki, mengejek, "Tak akan ada satu pun puisi yg tercipta untukmu, tak akan ada satu pun ungkapan mesra untukmu, tak akan ada yang sudi menempati ruang kosong itu, kau hanya dapat bermimpi, berkhayal, itulah hiburan satu-satunya untukmu, mimpi". Tak henti-hentinya ia memaki, "Bukankah itu alasanmu untuk terus berlari? Keluyuran kesana-kemari mencari penghiburan? Sejauh apapun kau berlari, ruang kosong itu tak akan pernah dapat kau tinggalkan, tak bisa kau hindari."

"Kau selalu gelisah saat tak ada apapun yang dapat kau lakukan. Menangis pun bagimu sudah tak berguna, ya, hanya di sudut itu kau bisa menangis sejadi-jadinya. seperti kali ini, lihat! Air matamu menetes lagi, walau hanya sedikit. Sudahlah, bunga itu sudah dapat merekah di tempat yang dia inginkan, bukan di dalam potmu yang hampir pecah."

"Aku tahu kau sudah lama tidak menulis, kau benci menulis, kecuali masalah sosial. Memang tak ada gunanya kau menulis roman-roman tentang dia, dia tak akan peduli. Kau adalah seorang pengecut, wanita itu hanya butuh janji, kau tahu itu, tapi tetap saja kau tak berani. Jadi kau hanya bisa menunggu dan menunggu. Aku tahu, siapapun yang datang kepadamu, pasti tak akan kau tolak, seperti yang terakhir. Terlebih saat kemarin sempat ada yang menoleh jendela reotmu itu, ia hanya simpati kepadamu, tapi kau sudah kepalang senang."

"Apa kau tidak lelah? Bukankah sebaiknya kau mati saja? Di dunia ini sudah tidak ada yang menginginkanmu dengan sepenuh hatinya. Aku tahu beberapa tahun terakhir sikap skeptismu terhadap dunia ini sudah kronis, kau siap mati kapan saja, hanya tidak lewat bunuh diri. Tapi kau memang sial, sampai sekarang kau tak juga mati, dan dunia ini membunuhmu sangat perlahan, sangat menyakitkan. Mungkin ada beberapa orang yang simpati kepadamu, lebih tepatnya karena kasihan. Hidupmu begitu mengenaskan. Tak satupun wanita yang sudi menghabiskan sisa hidupnya bersamamu, itu sebabnya kau serahkan hidupmu untuk sosial. Karena disanalah banyak kau temukan cinta, walau yang bersifat universal, bukan personal seperti yang kau harapkan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar