Akan kusampaikan padamu kisah indah bagai permata
Agar dapat kau bedakan antara budak dan orang merdeka
Budak punya kebiasaan mengulang-ngulang
Pengalamannya tidak menunjukkan keaslian
Orang merdeka selalu sibuk mencipta
Tali biolanya bergetar selalu menyanyikan lagu baru
Kebiasaannya menghindari pengulangan-pengulangan
Jalannya tak berputar sepertu jarum jam
Bagi budak waktu adalah belenggu
Bibirnya tak henti-hentinya menyesali nasibnya
Keberanian orang merdeka jadi bahan pertimbangan takdir
Ia adalah tangan yang menciptakan peristiwa-peristiwa
Moh Iqbal, Budak Dan Orang-Orang Merdeka, Pustaka Bandung, 1998